Tragis!
Saat semua orang di beberapa kota merayakan Gutsy Release Party bersamaan 3 Nov 2007 lalu, aku melakukan party-ku sendiri. Instalasi Gutsy sendirian. Long Lonely Night!
Instalasi Ubuntu Gutsy!
Proses instalasi menggunakan Gutsy Alternate CD berjalan mulus tanpa masalah yang berarti. Tanpa Bug. Tanpa Crash. Kurang dari 1 jam aku sudah menikmati Ubuntu-ku yang baru. Selamat tinggal Dapper Drake!
Semua data dan home direktori aman-aman saja, termasuk setting-setting desktop lama, semua berjalan OK dan diaplikasikan dengan baik ke desktop yang baru (inilah keuntungan menggunakan partisi terpisah untuk /home ).
Kustomisasi Ubuntu Gutsy!
Selesai instalasi, aku melakukan beberapa tunning. Aku adalah penganut efisiensi dan minimalis. bagiku, fungsionalitas lebih penting daripada kosmetik (penampilan yang cantik!). Untuk itu aku meng-Uninstall 183 packages, dan membebaskan 342 Mb dari partisi root-ku (partisi instalasi).
Kemudian, aku menambahkan DVD Repository Gutsy 7.10 (5 DVD) dengan menjadikannya Repository ISO (lihat artikel sebelumnya, repository ISO) dan melakukan instalasi paket-paket kesayanganku. Aku menginstall wine, qemu, xmms, frozen bubble, lbreakout2, dan aplikasi-aplikasi lainnya, total jenderal space yang terpakai 2.4 Gb (root!).
Bugs dan Masalah Ubuntu Gutsy!
Yang aneh, malah usplash-nya, tidak muncul. Akut sendiri tidak tahu kenapa. Tetapi aku memang tidak membutuhkan usplash, walaupun sebenarnya aku ingin melihatnya sekali saja (setelah explore, /etc/usplash.conf di set default untuk resolusi diatas 1024x768, terlalu tinggi untuk monitorku).
Yang bagusnya juga adalah, kecepatan booting meningkat luarbiasa, 100%. Artinya, kecepatan booting PCku saat ini dibandingkan saat masih menggunakan Dapper, lebih cepat 2x lipatnya. Amazing!!
Tetapi, setelah aku logout dan login lagi, aku tidak menemukan gnome-panelku, just blank monitor!
So, aku mencoba menjalankan terminal dengan tombol khusus yang telah aku set melalui keyboard shorcuts. Gnome Terminal jalan. Lalu aku memanggil gnome-panel. Desktopku muncul, tetapi metacity tidak berjalan. Karena itu window yang aku buka tidak memiliki bar/pinggiran. So, aku tidak bisa memanage window-ku, aku tidak bisa memperbesar, minimize, dll.
Masih di terminal, aku jalankan metacity. Sekarang window sudah memiliki bar/pinggiran.
Agar kejadian ini tidak berulang, aku mencoba menyimpan session saat ini agar aku tidak menemui masalah seperti ini lagi (sampai saat ini aku belum bisa solve! Untuk mengatasi ini aku malah menginstal openbox, and it work good).
Climax!
So, sekarang aku menjalankan PC dengan mesin Ubuntu yang dipasangi GNOME desktop dengan openbox sebagai window managernya.
Happy joy the Gutsy!!!

0 Comments