Misalkan, anda memiliki instalasi linux di PC rumah. Suatu waktu, anda ingin melakukan update, sayangnya anda tidak memiliki koneksi internet (seperti saya). Dengan meminjam laptop teman, anda akan ke warnet, memboot linux di PC yang telah dipindahkan ke USB eksternal hardisk dengan pertolongan laptop. Anda melakukan update, pulang, dan memindahkannya kembali ke partisi semula di PC anda.
Rumit? Susah? Bodoh? Memang, lebih mudah anda bawa CPU anda ke warnet, colok-colok, konek!
Tapi, kita kan mau belajar. Jadi, ini tutorialnya:
1. Memindahkan Sistem PC ke USB
Dengan LiveCD yang memiliki rsync terinstall, silahkan boot. Pastikan juga eksternal hardisk anda dicolok. Setelah anda masuk ke sesi live, gunakan terminal, berubah ke root (di sini saya menggunakan sudo, jadi jika sistem anda tidak mendukung, berubahlah menjadi root user!).
mkdir asal
mkdir tujuan
Mounting system anda yang di PC (sda1) ke asal. Mount juga partisi USB anda (sdb1) ke tujuan.
sudo mount /dev/sda1 asal
sudo mount /dev/sdb1 tujuan
Pastikan, besar partisi di USB anda lebih besar dari besarnya data dan jenis file sistemnya juga sama.
Misalnya, linux mint saya menggunakan ext3 dengan besar 5 Gb, tetapi yang terpakai hanya 2.7 Gb. Jadi, saya membuat partisi dengan besar 4 Gb di USB eksternal hardisk saya. Mengapa 4Gb? Karena pada saat melakukan update, akan diperlukan ruang sementara yang cukup untuk menyimpan dan mengekstrak paket-paket sebelum terinstall.
Setelah itu, gunakan rsync untuk mengkopi seluruh isi system di mount point asal ke partisi eksternal hardisk di mount point tujuan. Disini, kita akan menggunakan opsi -a yang akan menjaga permission untuk segala sesuatunya tetap apa adanya.
sudo rsync -avr asal/. tujuan
Lakukan beberapa penyesuaian agar segalanya berjalan baik.
- Instalasi boot loader di USB
- Menyesuaikan fstab
Untuk penyesuaian akan dibahas di bagian tersendiri di akhir tutorial.
Setelah selesai, silahkan ke warnet, gunakan Bootable Rescue CD/DVD untuk memboot system anda di USB.
2. Memindahkan Sistem di USB ke PC
Proses ini adalah proses pembalikan. Sebelumnya, pastikan anda mem-back-up konfigurasi penting seperti /etc/fstab dan /boot/grub/menu.lst karena kita akan menghapus semua isi partisi sda1 (partisi system PC anda)
Baik, masuk lagi ke sistem live anda, mounting lagi seperti biasanya dan lakukan rsync balik.
sudo mount /dev/sda1 tujuan
sudo mount /dev/sdb1 asal
sudo rm -fr tujuan/*
sudo rsync -avr asal/. tujuan
Setelah itu, lakukan beberapa penyesuaian. Bisa juga dengan melakukan overwrite dari file backup anda.
3. Penyesuaian Konfigurasi
Setelah anda meng-clone, mungkin ada beberapa konfigurasi lagi yang tidak sesuai, yang sering jadi masalah adalah path partisi di fstab.
Contohnya pada milik saya. Partisi sda1 di mount ke root (/), partisi sda5 ke /home dan sda2 sebagai swap.
# /dev/sda1
/dev/sda1 / ext3 defaults,errors=remount-ro 0 1
# /dev/sda5
/dev/sda5 /home ext3 defaults 0 2
# /dev/sda2
/dev/sda2 none swap sw 0 0
Setelah disesuaikan dengan lingkungan baru yang tidak memiliki partisi sda2 dan sda5, yang saya lakukan hanyalah meng-comment-nya saja sehingga menjadi seperti ini.
# /dev/sda1 - di rubah ke sdb1
/dev/sdb1 / ext3 defaults,errors=remount-ro 0 1
# /dev/sda5 - di comment
## /dev/sda5 /home ext3 defaults 0 2
# /dev/sda2 - di comment
## /dev/sda2 none swap sw 0 0
Tetapi, jika misalnya laptop teman anda memiliki partisi swap, mengapa tidak digunakan saja. Anda hanya perlu merubahnya ke path yang benar.
Selain itu, yang paling penting adalah, jika konfigurasi sistem anda seperti milik saya diatas, dengan partisi home terpisah. Anda perlu juga melakukan rsync isi partisi /home anda, jika tidak, anda tidak akan bisa login sebagai user biasa. Kecuali anda hanya ingin melakukan update dalam mode teks sebagai root.
Rsync saja partisi home anda dengan melakukan pengecualian pada direktori-direktori berukuran besar (baiknya, untuk sementara, semua file dan direktori yang akan dikecualikan dikumpulkan dalam satu direktori).
sudo rsync -avr --exclude=nama-user/direktori-kecuali mount-point-home/. tujuan/home
Nah, penyesuaian lain saya rasa anda bisa melanjutkannya sendiri. Jika anda tidak yakin, selalu lakukan backup sejak awal.
Semoga bermanfaat!

0 Comments