Mempromosikan Ubuntu Tanggung Jawab Komunitas

Saya sedang membaca edisi lama fullcirclemagazine (edisi 21) ketika saya melihat sebuah artikel yang bagus. Artikel itu ditulis oleh Mas Marc Coleman di halaman 24, kolom My Opinions.

Saya harap beberapa penggunjung yang tidak mengerti bahasa Inggris bisa terbantu.
Intisarinya kira-kira:

Lebih baik membesarkan sebuah brand distro, misalnya Ubuntu, daripada menyebutnya sebagai nama generic, Linux. Hal ini dilakukan saat menulis artikel atau tulisan untuk konsumsi publik.

Meskipun, karena alasan fair dan sentimental banyak orang enggan menyatakan terang-terangan bahwa ia menggunakan Ubuntu dalam tulisan-tulisannya.

Saya sendiri, oleh beberapa teman dekat dipanggil kiai Ubuntard.
No problems. I love Ubuntu!

Mengapa?
Kekuatan Brand Ubuntu
Linux bukan Ubuntu, itu jelas. Tetapi, salah satu distro paling sukses dan paling banyak dibicarakan adalah Ubuntu. Dengan membicarakan Ubuntu berarti membicarakan distro Linux yang paling bersaing menandingi Windows/MacOS, berarti meningkatkan "kesuksesan" pengalaman pertama newbie dengan Linux.

Jika Ubuntu mendapatkan aplaus, bukankah Linux dan distro lain akan kecipratan nama baik?

Ubuntu adalah contoh ideal filosofi free software. Free as beer and Free as speak.
Anda bisa meminta ubuntu cuma-cuma (shipit.ubuntu.com) atau membayar dengan dukungan support canonical,inc.

Belajar dari Windows, Microsoft memposisikan (sesuai filosofi brand positioning, Al Ries-Hermawan Kartajaya) Windows dalam benak penggunanya, bukan karena stabilitas, keamanan ataupun kegunaannya (usability) tetapi karena kenyamanannya (eXPerience).

Itulah mengapa, Linux dan sistem operasi lain selalu dibandingkan dengan Windows, seolah-olah windows adalah barometer yang sah untuk menilai OS lain.

Ubuntu, memiliki keuntungan yang lebih baik daripada windows (dan distro lain?) yaitu accessibilitas dan support, baik support komersial maupun komunitas.

Satu pesan yang ditulis oleh Mas Marc Coleman:
"Metode kami tidak dipatenkan oleh canonical,inc; Jika anda ingin bersaing dengan Ubuntu, tandingi (kemampuan ubuntu) - jangan membusukkan nama ubuntu.

Dan ini pesan untuk pengguna mahir ubuntu, jika seseorang bertanya "Apakah anda tahu program gambar yang bagus di Ubuntu?", jawabannya adalah The Gimp. Bukannya kuliah tentang bahwa Linux itu bukan Ubuntu.

Anda tidak mengajar orang dengan mengkoreksi pertanyaan mereka, sebaliknya anda mengecilkan mereka dengan memarginalkan pengetahuan mereka."

Akhira kata, Linux secara umum dianggap sebagai sistem operasi yang sulit, terfragmentasi, hanya untuk server, dan sistem operasi untuk geek, hacker. Tidak cocok untuk PC rumah anda.

Ayo buktikan bahwa mereka salah!

Bagaimana menurut anda?

Possibly related posts:
We are not evil

Post a Comment

7 Comments

  1. akhirnya semua itu cuma pendapat saja. setiap orang punya pendapat sendiri

    ReplyDelete
  2. @someone
    Yup, kita umpamakan saja Linuxitu seperti badan manusia.Ubuntu itu wajahnya. Jika wajah itu digampar atau dipuji, yang merasa pasti seluruh badan.

    Gitulah seharusnya komunitas itu merasa. Banyaknya distro nggak menjadikan kita berbeda kan?

    ReplyDelete
  3. AH INI DIA UBUNTARD ITU!!!

    *kelitikin pakek piso karatan*

    ReplyDelete
  4. @Black_Claw
    akhirnya datang juga, lelaki sejati
    wekekekekek!
    Eh, school rumble 3 ada gak?

    ReplyDelete
  5. Setuju bung atas artikel nya ......
    Ubuntu emg maknyus&friendly bwt newbie ky
    saya?

    ReplyDelete
  6. Assalamualaykum.

    salah satu alasan kenapa saya menggunakan ubuntu adalah karena kemudahannya, saya sudah (terlalu) lelah untuk mencari lagi distro linux yg bisa memudahkan hidup saya dalam ber-komputer.

    ciwank.net
    warnet linux
    jl.pramuka no.15
    samarinda 75123
    kalimantan timur

    ReplyDelete
  7. Ndenarak. Ndek nyetok aku.

    ReplyDelete