Siapa Pendiri GNU/Linux?
Awal mula GNU/Linux bisa kita singkat dari mahasiswa Univ. Helsinki Linus Torvalds pada tahun 1990-an melepas proyek hobinya, "sistem operasi" yang bisa dimodifikasi sesukanya dengan mengambil model UNIX's OS.
Awalnya, Linus sendiri tidak pernah bermimpi bahwa "sistem operasi" hobby-nya akan sebesar dan sepesat sekarang ini perkembangannya.
Pada waktu yang bersamaan (right thing in right time), programmer seluruh dunia sedang mencari-cari dan begitu linux kernel versi 0.1 diluncurkan sambutannya begitu antusias terutama dari lembaga GNU/FSF, yang dikemudian hari menjadi pemasok utama utilitas dan software-software untuk Linux.
Jadi, Linux dibangun oleh banyak orang. Trade mark Linux di pegang oleh Linus Torvalds.
Mengapa R. Stallman (Founder GNU/FSF) menganjurkan sebutan GNU/Linux?
Karena begitu banyaknya orang (terutama developer yang tergabung dalam yayasan GNU) yang berkontribusi dalam proyek ini sehingga masalah penyebutan harus dikompromikan agar tidak mengabaikan kontribusi setiap programmer yang diwakili oleh dua institusi tadi.
Lisensi GNU/Linux?
GNU/Linux serta semua software yang distribusikan bersamanya memiliki beragam lisensi. Tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa GNU/Linux berlisensi GPL (Genuine Public License) yang sekarang telah memasuki GPL 3.
Lisensi lain yang digunakan tergantung asal, programmer, dan pustaka yang digunakan. Lisensi proprietary adalah lisensi-lisensi yang tidak mengijinkan/menyebarkan source code aplikasinya. Contoh software proprietary adalah Windows, Photoshop, Acrobat, Adobe Flash Player.
Apakah Software Proprietary Ada di GNU/Linux?
Beberapa distributor, seperti Debian atau Ubuntu sangat hati-hati dalam hal menyertakan software-software proprietary ini. Bukan hanya karena masalah harga, tetapi juga menjadi guide line (filosofi) mereka.
Beberapa distro menyertakannya, karena itu anda tidak bebas menggunakannya.
Bolehkah Menggunakan Software Proprietary?
Boleh saja, asal anda membayar dan tidak ada konflik idealisme (anda bisa menerima kenyataan bahwa anda tidak mengetahui apa-apa yang dikerjakannya dalam byte-byte kodenya) dengan anda.
Distro Linux Itu Apa Sih?
Distro atau panjangnya distribusi adalah kumpulan paket-paket software yang didistribusikan bersama-sama dengan kernel Linux. Tetapi saat ini distro digunakan untuk menyebut distribusi yang memiliki support (teknik, repository, dokumentasi, dan lain-lain). Ini untuk menghindari kerancuan dengan "distro-distro" hobi yang tidak memiliki dukungan nyata untuk penggunanya.
Saya sendiri tidak tahu, sebutan apa yang cocok untuk ini. Tapi bisa dikelompokkan menurut kekhasan masing-masing distro dan kepeloporannya dalam dunia GNU/Linux.
Debian, Slackware, Redhat (Fedora), SUSE (OpenSuse), Mandriva, Ubuntu bisa dengan aman disebut sebagai distro.
Yang lain-lain, sebagai contoh, hasil remaster ubuntu milik saya, yang saya namai Lomuntu, tidak bisa disebut distro, walaupun paket-paketnya dan ukurannya sudah berubah (muat di CD bizcard (180Mb), menggunakan pure XFCE). Saya tidak menyediakan support apapun.
Distro Linux Apa Yang Tepat Untuk Saya?
Untuk mencari distro yang tepat buat anda, anda harus memperhatikan hal-hal berikut:
- Spesifikasi hardware yang diminta. Cocokkan dengan kemampuan hardware anda. Apalagi jika anda seperti saya, tidak akan mengganti hardware saya selama mungkin (karena hardware itu mahal!). Pilihlah distro yang mendukung hardware tua anda (bisa di release- release lama/varian lain, mis "xubuntu" daripada ubuntu). Dalam hal saya, saya masih menggunakan Ubuntu 6.06 walaupun sudah ada release 7.04, lalu 7.10 (Okt 2007) dan 8.04 (Apr 2008).
- Dukungan support. Support bukan semata komunitas saja, tetapi juga support komersial (official). Ini penting untuk pengguna bisnis/perusahaan/sistem yang kritis. Support yang bisa anda harapkan adalah : paket-paket/repository (update software dan sekurity), dokumentasi (lebih bagus jika memiliki dokumentasi dlm bahasa lokal anda), support komunitas, support komersial, memiliki rencana/sejarah "hidup" yang panjang (jangan memilih distro dadakan. dadakan muncul, dadakan mampus).
- Kebutuhan Spesifik anda. Apakah anda seorang pengajar dan ingin menggunakannya di sekolah?. Mungkin Edubuntu/Freeduc, cocok buat anda. Atau jika anda seorang mahasiswa, distro lokal Kuliax cocok buat anda. CATATAN: Di sebuah distro yang besar, dengan repository yang luas, anda bisa meramu varian anda sendiri sesuai kebutuhan khusus anda. contoh : UbuntuME, UbuntuLite, UbuntuCE, atau Ubuntu Studio.
- Kebiasaan anda. Yang ini nih masalah yang sebenarnya paling menentukan. Distro bagus pun jika anda tidak suka, bakal tidak cocok. Sedangkan distro jelek, kalau selera anda cocok, anda pakai juga. Well, ini saya tidak bisa mengganggu gugat. Hak Proprietary orang-perorang!
Bagaimana Mendapatkan GNU/Linux?
Idealnya GNU/Linux bisa didapatkan cuma-cuma alias gratis. Bebas sebebas-bebasnya! Tetapi segala benda di alam ini pasti menuntut pengorbanan.
Dalam kasus GNU/Linux, anda bisa me-request CD/DVD-nya cuma-cuma (shipit.ubuntu.com atau fedora freemedia). Anda juga bisa mendownload langsung file ISO-nya, atau meminta copy nya dari teman anda, atau membelinya di toko-toko online/offline, bahkan pernah saya lihat, di kaki lima (bagi pembajak, membajak GNU/Linux (bukan distro komersil ya!) adalah HALAL).
Bagaimana Menginstal GNU/Linux?
Menginstal GNU/Linux pada masa lalu adalah pekerjaannya para "dewa-dewa", karena mesti download paket-paket yang terpisah sana-sini. Sekarang ini, dengan hadirnya distro-distro yang menjadikan satu semua paket yang dibutuhkan (distro), menginstal GNU/Linux lebih mudah daripada menginstal Windows. Karena dengan sekeping CD saja dan dalam waktu 1 jam, anda sudah memiliki sistem komplit yang langsung bisa digunakan. Anda tidak perlu lagi menginstal aplikasi office, aplikasi grafis, anti virus, dsb.
Menginstal GNU/Linux sangatlah mudah. Di Ubuntu (karena saya paling tahu Ubuntu ;-P) saya hanya memasukkan livecd (versi 6.06 keatas) saya, booting melalui CD dan mengklik ikon Install saat desktop sudah siap. Anda hanya melalui 6 langkah saja.
Saya ada membuat ebook Instalasi Ubuntu 8.10 Alternate
Partisi apa yang dibutuhkan GNU/Linux?
Di sebuah sistem yang kompleks, anda bisa saja memiliki partisi khusus untuk setiap direktori dibawah root. Tetapi jika anda menginstal untuk dirumah, anda hanya memerlukan tiga partisi (amannya). Partisi root (/) (3 Gb cukup), partisi swap (2x RAM fisik), dan partisi /home (sisa hardisk anda).
Dengan konfigurasi partisi seperti itu, anda bisa dengan aman menginstal distro lain di partisi root anda tanpa kehilangan data pribadi di /home (selama anda tidak mem-format ulang!).
Saya sudah menginstal GNU/Linux. Lalu apa?
Ini sebenarnya pertanyaan "bodoh". kalau anda sudah menginstal GNU/Linux anda bisa mulai bekerja. Jika anda pernah merasai Windows, cara penggunaannya tidak jauh beda. Saya berikan contoh beberapa perbedaan yang mungkin anda temukan di GNU/Linux.
- Keyboard Shortcut. Super_L tidak berfungsi di GNU/Linux (bisa di set di System > Preferences > Keyboard Shortcuts, GNOME). Gunakan Ctrl+F1.
- Cpanel. Semua utilitas/konfigurasi bisa diakses melalui menu System atau manual dengan mengedit file-file konfigurasi yang sesuai.
- Kemampuan memutar restricted format. GNU/Linux adalah OS yang sangat memperhatikan masalah ini. Installah codec-codec yang anda perlukan dengan tanggung jawab pribadi.
Kemana saya meminta bantuan?
Jika anda mendapat masalah mengenai sistem anda, cobalah mensolve sendiri masalah tersebut. Caranya :
- Cari tahu masalahnya, baca baik-baik pesan errornya.
- Cari penyelesainnya di file-file README, INSTALL atau semacamnya.
- Cari dengan man, info, whereis untuk mencari referensi perintah. Atau klik help, jika anda di mode GUI.
- Jika anda sudah putus asa, tanyalah ke forum. Atau jika anda membayar support komersial, manfaatkanlah.
- Jika anda sudah putus asa sekali sampai rasanya anda ingin bunuh diri (baca, menggunakan Windows). Coba distro lain!

2 Comments
knp si windows terlalu pupoler pa banyak diserang virus jd byk org yg membcrkan'a
ReplyDeleteMohon diluruskan. Sejarah GNU bukn berawal dari Linus, tapi dari Stallman. Proyek GNU sudah ada 13 tahun sebelum linus menemukan kernel Linux.
ReplyDelete