UNIX dan turunannya, sejak awal telah dikenal familiar dengan kemampuan multi ini, mulai dari multi tasking, multi user, multi desktop, dan kesediannya untuk ber-multi booting dengan OS lain, serta mau berbagi file sistem, swap ataupun partisi /home.
Sifat fleksibel UNIX ini tentu amat menguntungkan bagi orang-orang seperti saya yang ingin mencoba (kalau bisa) semua sistem operasi dan distribusi yang ada hanya dengan memanfaatkan satu PC (hardisk) saja.
Saat ini, dalam hardisk 40 Gb milik saya, terinstal FreeDOS, Windows XP, dan Ubuntu. Sedangkan Ubuntu dengan desktop default-nya GNOME, memiliki tambahan 2 session desktop lainnya, KDE dan XFCE. Masing-masing dengan bala pendukungnya masing-masing.
Jadi, di PC saya sekarang, saya bisa memainkan game-game DOS yang lama (16 bit). Saya juga tetap bisa memainkan game-game favorit saya di Windows XP, dan menyaksikan tikus berlari-lari saat memasuki desktop XFCE.
Skenario Instalasi
Skenarionya adalah, kita akan menginstal Windows, FreeBSD, Ubuntu, dan Debian GNU/Linux. Kita juga akan membuat satu (partisi) tempat semua OS bisa saling berbagi data/file. Selain itu, Ubuntu dan Debian GNU/Linux juga harus mau berbagi partisi swap dan /home, untuk menghemat ruang hardisk, dan yang terakhir, Ubuntu harus memiliki 3 buah desktop yang berbeda, GNOME, KDE, dan XFCE.
Langkah 1. Membuat partisi
Berikut jumlah partisi yang akan kita buat serta file sistemnya, anda bisa menggunakan fdisk, cfdisk, GNU Parted, atau software lainnya. Saya juga menyarankan agar menyediakan ruang hardisk yang cukup untuk masing-masing OS. Mungkin 3 Gb sudah mencukupi.
Partisi primary :
NTFS untuk Windows XP di partisi pertama (hd0,0) atau hda1.
BSD FS untuk FreeBSD di partisi kedua (hd0,1) atau hda2
Partisi Logical :
EXT2/3 untuk / ubuntu (hd0,4) atau hda5
EXT2/3 untuk / Debian GNU/Linux (hd0,5) atau hda6
EXT2/3 untuk /home, digunakan bersama oleh Ubuntu dan Debian (hd0,6) atau hda7
FAT32 untuk pertukaran data. FAT 32 adalah fle sistem yang bisa di baca dan ditulis oleh hampir semua sistem operasi, karenanya baik untuk tempat pertukaran. (hd0,7) atau hda8
Note: Saat ini Ubuntu 7.10 sudah mensupport Read dan Write di partisi NTFS
SWAP Sediakan sejumlah 2X kapasitas RAM fisik anda, misalnya 256 Mb untuk PC dengan RAM 128 Mb. (hd0,8) atau hda9
Langkah 2. Menginstal Sistem Operasi
Sistem Operasi yang akan kita instal haruslah berurutan dengan ketentuan bahwa OS yang terakhir akan menjadi Master Boot-nya. GRUB loader milik OS terakhir ini yang harus diinstal di MBR.
Pertama kali kita menginstal Windows XP dahulu. Kita mendahulukannya, karena tanpa software pembantu, Windows tidak bisa (tidak mau) memboot OS lainnya.
Selanjutnya kita akan menginstal FreeBSD. FreeBSD memiliki cara pembagian partisi sendiri. FreeBSD akan membuat partisi lagi di dalam partisi yang kita sediakan. Biarkan FreeBSD melakukannya dengan memilih opsi auto partition.
Anda bisa memilih Debian atau Ubuntu sebagai Master Boot anda, dan pastikan pilihan anda menggunakan GRUB sebagai bootloadernya. Dan pastikan anda memilih (mounting) partisi /home dan swap yang sama. Selain itu, user name anda harus berbeda untuk menghindari overwrite.
Langkah 3. Mengkonfigurasi BootLoader (GRUB)
Tambahkan kode berikut pada file /boot/grub/menu.lst anda, jika belum ada.
#plihan default
default 0
#OS yang menempati posisi pertama dalam file menu.lst yang akan menjadi default untuk di loading
timeout 20
#men-set waktu tunggu sebelum mem-boot OS default
#tambahkan ini untuk memboot Windows
root (hd0,0)
chainloader +1
boot
#untuk memboot FreeBSD
root (hd0,1,a)
#untuk memboot Debian/Ubuntu
root (hd0,5) #misalkan partisi / ada di partisi ke 6 (hda6)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.15-23-386 root=/dev/hda6 ro quiet splash
initrd /boot/initrd.img-2.6.13-23-386
boot
Langkah 4. Multi-Distro (?)
Untuk membuat multi-distro (menginstal lebih dari satu distribusi linux) sebenarnya mudah dan bisa hemat. Kita bisa membuat setiap distribusi berbagi partisi /home dan swap.
Partisi yang akan kita buat swap dan /home harus diformat satu kali saja, untuk swap sepertinya harus diformat (ditandai) oleh setiap distro. Selanjutnya partisi /home tidak boleh di format lagi agar data-data yang tersimpan tidak terhapus.
Setiap distribusi pasti memiliki user. Nah, setiap distribusi yang anda instal haruslah menggunakan user name yang berbeda-beda untuk menghindari penindih-tulisan (overwrite) oleh distro yang lain. Agar lebih fleksiel lagi, anda bisa membuat mount untuk setiap partisi / distro masing-masing agar tetap bisa diakses dari distro yang aktif.
Langkah 5. Multi-desktop
Salah satu kemampuan Linux (UNIX) lainnya adalah kemampuan menginstal dan meload desktop lain sebagai session. Misalnya, dari prompt/layar login GUI anda bisa memilih GNOME, KDE, atau XFCE di bagian session. Jika anda memilih XFCE, maka anda akan di bawa menuju desktop XFCE dan anda tetap bisa mengakses program-program yang anda instal, meskipun program tersebut memiliki library yang berbeda.
Misalnya, anda menjalankan gedit di lingkungan KDE. Gedit akan berjalan sama baiknya sebagaimana berjalan di lingkungan GNOME, hanya berbeda penampilan dengan KDE saja.
Caranya mudah, anda hanya perlu menginstal desktop-desktop lainnya setelah anda menginstal distribusi anda. Misalnya di Ubuntu 6.06 LTS, saya menginstal KDE dan XFCE.
$sudo apt-get install kubuntu-desktop
$sudo apt-get install xubuntu-desktop
Yang penting untuk diperhatikan, KDE memiliki display manager sendiri (kdm) yang juga akan diinstal. Jika nanti, pada tahap setting kdm, anda akan diminta memilih akan menggunakan gdm atau kdm (atau xdm misalnya) sebagai display manager default.
Silahkan anda memilih kesukaan anda. Disini, saya memilih gdm, dan meng-uninstal display manager lainnya.
Catatan :
Tutorial ini hanya berjalan baik jika jika anda memiliki sumber daya yang cukup. Jika space hardisk atau spesifikasi PC anda terbatas dan tidak memungkinkan menginstal OS-OS lain serta desktop KDE/GNOME atau desktop-desktop gemuk lainnya, anda tetap bisa menggunakan distibusi-distribusi mini seperti Damnsmall atau SLAX dengan desktop ringan fvwm, fluxbox, blackbox, atau window manager lainnya.
Catatan (lagi):
Tulisan ini adalah tulisan saya yang di posting di linux.or.id tahun 2006 lalu.

2 Comments
"thx u..^_^"
ReplyDeletemas ko di xubuntu saya file menu.lst nya kok ga ada i gmana ya mas
ReplyDelete