Misalnya, paket d memiliki dependensi terhadap paket a, paket b, dan paket c. Paket d akan berjalan dengan baik jika kita menginstall paket a, paket b, dan paket c. Ketiga paket tersebut harus diinstall agar paket d berfungsi baik dan maksimal.
Dependensi kadang-kadang menjadi sesuatu yang menyebalkan, apalagi jika distributor memanajemen dependensi dengan buruk.
Misalnya di Ubuntu. Paket "ubuntu-desktop" meminta dependensi lebih dari yang dibutuhkan. Padahal, jika beberapa paket tidak diinstall (diikutkan sebagai dependensi), ubuntu tidak bermasalah saat berjalan. Paket-paket yang saya maksudkan adalah paket-paket semacam gnome-games. Paket-paket sejenis ini (tidak urgent) biasanya saya un-install.
Bagaimanapun, developer Ubuntu mengeset dependensi berdasarkan kemampuan PC atau kondisi saat ini secara umum.
Linux tidak semata-mata terdiri dari satu paket yang bisa berjalan sendiri dan tidak membutuhkan paket lainnya. Linux sendiri merupakan kesatuan dari kernel, aplikasi, karya seni, dan struktur yang saling berkaitan. Setiap paket memegang peranan penting dalam membentuk Linux.
Inilah mengapa, hanya dengan 2 Gb space hardisk, kita mendapatkan sebuah sistem yang kompak dan lengkap saat selesai menginstall Linux. Bandingkan dengan Windows XP, space 2 Gb terpakai hanya untuk OSnya saja.
Dependensi juga bisa berkaitan dengan artwork. Bisa saja sebuah set ikon digunakan bersama-sama oleh sebuah aplikasi (misalnya desktop).
Karena sifat-sifat di atas, saya meringkas keuntungan dependensi adalah:
- Kemudahan pemaketan sebuah aplikasi. Aplikasi tersebut tidak perlu mem-paketkan library bersama-sama aplikasi sehingga ukuran aplikasi bisa diringkas.
- Fleksibilitas aplikasi. Di luar dependensi default, ada dependensi recommended atau suggested. Dua dependensi ini akan melengkapi kemampuan aplikasi yang bersangkutan jika paket-paket yang dimaksud di install. Contohnya, aplikasi file-roller (manager arsip gnome), merekomendasikan unrar, p7zip, arj, dan lainnya.
- Menghemat space hardisk. Penggunaan file/paket dependensi bersamaan oleh dua atau lebih aplikasi akan menghemat space hardisk. Ini digunakan secara ektensif bersama-sama fitur symlink (yang tidak ada di Windows ;-P )
- Memudahkan pelayanan support berkaitan dengan aplikasi.
- Memudahkan penangan advokasi berkaitan dengan lisensi.
Semoga bermanfaat! :-)

5 Comments
Salam kenal. Senang bisa masuk di linuxindo.web.id.
ReplyDeleteMau nanya nih.
Adakah aplikasi (software) yang mampu melaporkan dan meringkas seluruh program-program utama yang telah kita instal + berikut aplikasi dependannya?
Senang juga tuh kalau ada yang bisa melaporkan dan mengekspornya ke *.txt sehingga memudahkan kita untuk membersihkan hardisk dari aplikasi-aplikasi yang tidak perlu.
Adakah?
Note: saat ini saya makai PCLinuxOS
Thanks
Sebenarnya kalau mau melihat lewat synaptic juga bisa. Tapi kalau memang di PCLinuxOS ada dpkg (backend synaptic ?), mas bisa pakai cara ini, sebagai root melalui terminal:
ReplyDeletedpkg-query -W --showformat='${Package} \n' > package.list
Hasilnya nanti file teks berisi daftar paket yang terinstall (tapi tanpa dependensi ;-( ).
kalau mas uninstall, nanti dependensinya ikut juga di buang. yang penting pakai opsi --purge.
[...] Sebelum mengikuti tutorial ini, sebaiknya anda mengetahui dulu bagaimana mengcustomize initrd.img. [...]
ReplyDeletewaow, penjelasan yang mantep, teng kyu pencerahannya mas, sy pemula di linux :D salam kenal
ReplyDeleteMasalah dependency adalah ketika dependency tidak ikut dihapus saat menghapus software bersangkutan.
ReplyDeleteMeski sudah ditasi oleh perintah autoremove --purge, tapi pengalaman saya sering kali paket yang dihapus sebenarnya bukanlah dependency dari software tersebut.
Bagi saya dependency biar saja tetap terinstal di system meski software yang membawa dependency tersebut sudah dihapus.
Toh nothing is perfect di dunia ini, contohnya saat kita uninstall software juga banyak directory dan file yang tidak ikut terhapus.
Pada Linux, penamaan paket sering kali aneh-aneh, dan masing-masing punya fungsi.
Daripada ngurusin unused dependency, mending ngurusin hal lain yg lebih urgent.
Biasanya yg bermasalah dengan unused dependency adalah pengguna yang punya kelainan OCD. Kalau sudah mencapai puncaknya, pasti bakalan dia re-install tuh OS, padahal tidak ada masalah pada sistem.