Model Bisnis Open Source

Siapa bilang open source tidak menghasilkan uang?
Siapa bilang menggratiskan software bakal merugi?
Siapa bilang membuka rahasia perusahaan (source code) akan membangkrutkan anda?

Redhat, Canonical, Novel, Mandriva, dan banyak lagi perusahaan tersukses tahun ini mengusung open source sebagai model bisnis mereka. Redhat untung besar dengan OS Redhatnya dan platform Jboss, Canonical menangguk hasil dari kerja keras mereka, Ubuntu. Novel pesta pora dengan SUSE-nya, begitu juga Mandriva.

Mereka memiliki produk, mereka berani membuka rahasia perusahaan (source code), mereka tidak merugi, sebaliknya, mereka sukses besar.

Sebagai pembanding, model bisnis umumnya (saya menyebutnya: gaya rimba) yang populer bisa saya singkat seperti ini:
"Temukan produk (misalnya: software/OS), kunci source codenya (patenkan bila perlu), jual sebanyak mungkin lisensi/kopinya, beli pesaing anda, jadilah satu-satunya, bila perlu, masuki juga industri-industri pendukungnya, maka anda akan terus eksis."

Kebalikannya adalah model open source. Bisa seperti ini:
"Temukan produk (buat sendiri atau yang sudah ada), ijinkan free download (license free), buat komunitas solid, bangun brand anda, jual support, buat sertifikasi, maka anda akan sukses".

Microsoft adalah contoh bagus perusahaan yang sukses dengan model gaya rimba.
Jika anda membaca sejarah awal microsoft, anda akan mencium adanya trik-trik (kalau tidak disebut kelici(k)nan), kerakusan (akuisisi, pertarungan di pengadilan, monopoli) dan eksploitasi sampai kering (update/upgrade komersial, bahkan dos/win 3.1 yang sudah outdate masih berlisensi komersil).
Atau yang pernah anda baca di media, bisnis model virus (diciptakan dan dibasmi orang yang sama!), dan sebagainya.

Jadi, anda sadarkan bedanya proprietary dan open source?
Jadi, bisa-kan anda menarik kesimpulan sendiri, mengapa saya menuliskan model bisnis kasar dan kejam yang banyak dianut saat ini sebagai gaya rimba. Dan model yang lebih ramah sebagai model open source?

Anda harus pahami perbedaannya!

catatan:
Bagi pelaku pembajakan, model bisnis proprietary sama sekali tidak mempan. Mereka, berada di luar sistem! Itulah sebabnya, mengapa perusahaan nekad berperang melawan pembajakan. Pembajakan, membuat mereka (perusahaan) sebagai penjajah tanpa bedil. Tak berguna!


Jadi, anda mau berbisnis open source?
Lakukan saja langkah-langkah di bawah ini:

  1. Temukan produk pilihan anda.
    Seperti redhat/canonical yang membuat OS sendiri (Redhat, Fedora, atau Ubuntu). Jika di Indonesia, mungkin anda memilih Zimbra. Anda memang tidak membuatnya, tetapi anda menguasai Zimbra dari A-Z.

  2. Berikan gratis, apakah melalui download, pengiriman gratis (shipit.ubuntu.com) atau jual murah (1 dollar ?).
    Model bisnis "berani rugi" yang dilakukan Canonical dengan memberikan layanan pengiriman gratis bisa jadi sulit anda tiru. Tetapi anda selalu bisa meniru inovasinya. Intinya, populerkan produk anda sepopuler-populernya.

  3. Bangun komunitas yang solid.
    Tanpa komunitas (basis pengguna), anda bukan apa-apa. Bangun brand image anda, brand anda asset paling berharga yang anda miliki. Hanya dengan melihat logo topi merah, konsumen redhat merasa akan mendapatkan layanan profesional sekelas enterprise bila berbisnis dengan redhat.

    Di bisnis gaya rimba, komunitas adalah pengguna. Pengguna adalah obyek, dimanjakan untuk dikuras uangnya. Sadar atau tanpa sadar. Secara berkala, anda disibukkan dengan membeli lisensi, membayar update/upgrade, dan sebagainya.

    Di model open source, anda tidak wajib mengeluarkan uang. Kalaupun anda menyukai sebuah produk, paling banter, anda memberikan donasi saja. Jika anda tidak mau membayar support komersil, anda bisa bergabung di forum/milis yang sesuai.

  4. Jadikan Mesin Uang.
    Berbisnis open source bukan berarti merugi melulu. Bukan berarti anda akan menjadi badan amal.

    Dunia open source adalah dunia kebebasan (inilah misi utama yang diusung Bapak Open Source, Om Richard Stallman). Anda bebas melakukan apapun dengan sebuah produk (sesuai lisensi free yang mengikatnya).
    Itu artinya:

    • Anda bisa menjual software hasil cipta/modifikasi anda.
      Misalnya Xandros yang menjual OS Xandros. OS Xandros sendiri berbasis Debian yang 100% free. Begitu juga Ubuntu, Mandriva, SUSE, Slax, dan sebagainya.

    • Anda bisa memodifikasi sebuah software, memberinya nama dan brand baru, kemudian menjualnya (full atau khusus bagian yang anda modifikasi saja!).
      Misalnya cedega dan transgaming yang memodifikasi wine dan menambahkan aplikasi pendukungnya (GUI, skrip install otomatis, support dan lainnya). Meskipun cedega/transgaming melakukan modifikasi dan menjualnya, wine sendiri tetap free.

    • Anda bisa memberikan support komersial.
      Anda memberikan layanan instalasi, konsultasi, pelatihan, integrasi bisnis, dan sebagainya sesuai dengan keahlian dan kepakaran anda dalam sebuah produk, misalnya Zimbra.

    • Anda menjual lisensi authorized/official support/sertifikasi.
      Bukan rahasia lagi, brand yang kuat saja bisa mendatangkan konsumen. itulah sebabnya, dimanapun gerai McDonald dibuka, anda bisa menangguk untung besar tanpa usaha ekstra keras.
      Siapa yang tak tahu Redhat? Sertifikasi yang dikeluarkan oleh perusahaan ini bisa menjadi nilai tambah pekerjaan anda.

    • Dan masih banyak lagi celah bisnis yang bisa anda manfaatkan, tergantung skill bisnis anda saja.
      Yah, produk open source-pun bisa menjadi sumber uang. Yang pasti, anda harus meneguhkan langkah anda dan memiliki keyakinan pada open source. Ada kata-kata bijak "Cinta itu terlihat di mata".




Bisnis open source adalah bisnis kepercayaan.
Bukan jamannya lagi anda membodohi dan meng-eksploitasi habis-habisan basis pengguna anda.

Open source memberi anda kebebasan dan uang!

Dini hari - Mataram, NTB
Lisensi: Cantumkan link balik ke halaman ini (Please, LinkBack! (EN))
Sekedar opini amrinz!

Post a Comment

1 Comments